Kabarnegeri
Beranda Birokrasi Kabupaten Sarolangun Disdikbud Sarolangun Tegaskan Berikan Sanksi Bagi Guru Yang Perpanjang Masa Liburnya

Disdikbud Sarolangun Tegaskan Berikan Sanksi Bagi Guru Yang Perpanjang Masa Liburnya

SAROLANGUN (KABARNEGERI.NET) – Usai libur panjang tahun ajaran 2025/2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarolangun menegaskan akan memberikan sanksi bagi guru yang belum masuk sekolah pada awal tahun ajaran baru 2026/2027. Hal itu dikatakan Kadis Dikbud Sarolangun, Drs. H. Arsyad, S.H., M.Pd.I., melalui Kabid PMPTK, Thoriq Kurniawan, S.Pd.Sd., Senin (13/7/2026) saat meninjau pelaksanaan MPLS Ramah di SDN 002/VII Sarolangun.

”Hari pertama ini kita memang random mengeceknya. Nanti kita minta laporannya dari kepala sekolah yang ada. Artinya dengan libur panjang ini kita pastikan, kita minta kepada seluruh guru untuk tingkatkan kehadirannya,” katanya.

Ia juga meminta kepada seluruh kepala sekolah untuk melaporkan kehadiran para guru-guru di sekolah masing-masing. Jikalau ada guru-guru yang masih belum masuk usai libur panjang yang lalu, maka pihaknya menindak lanjuti sesuai aturan. ”Yang masih libur, itu jelas melanggar aturan yang ada dan akan kita tindak lanjuti,” katanya.

Soal pelaksanaan MPLS, lanjut Thoriq Kurniawan, bahwa pihaknya dari Dinas Pendidikan tetap melakukan pengawasan, inventarisasi serta menurunkan tim ke sekolah. Hal itu untuk memastikan agar MPLS Ramah dapat dilaksanakan sebaik-baiknya di setiap satuan sekolah yang ada di Kabupaten Sarolangun.

”MPLS ini berkaitan dengan persoalan karakter dan pengenalan lingkungan. Artinya anak-anak yang baru masuk sekolah itu harus dikenalkan lingkungan-lingkungannya. Lingkungan ramah itu yang untuk 2026 ini dicanangkan oleh Kementerian yang disampaikan dengan kita,” katanya.

”Kita menghindari semacam perpeloncoan lah. Kalau dulu itu kita ingat ada perpeloncoan, kalau sekarang tidak ada lagi. Kita pastikan itu, jangan sampai itu terjadi yang berkaitan dengan persoalan perpeloncoan ini. Apalagi yang berkaitan dengan persoalan senior-junior. Nah, itu tidak ada lagi. Kita pastikan itu jangan sampai ada lagi,” tambahnya. (*)

Iklan