Pemdes Kebon IX Sambut Baik Kepedulian Pemda Muaro Jambi Bangun Jembatan Girder di Dusun Air Hitam
MUARO JAMBI (KABARNEGERI.NET) – Kepala Desa Kebon IX, Datuk Suwanto menyatakan pihak Pemerintah Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam mengapresiasi kepedulian dan perhatian Bupati Muaro Jambi, DR. Bambang Bayu Suseno, S.P., M.M., M.Si., dan Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, yang telah merespon keinginan seluruh masyarakat umum dan warga Desa Kebon IX. Terutama kebutuhan warga dan masyarakat yang tinggal di daerah Dusun Air Hitam, Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam.
Dengan adanya proyek pembangunan pekerjaan jembatan Girder saat ini, sedang dikerjakan kontraktor di sekitar areal Jembatan Air Hitam Tahun Anggaran 2026 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muaro Jambi sebesar Rp3.588.307.000. Sehingga diharapkan penyelesaian pembangunan pekerjaan jembatan Girder tersebut, diharapkan dapat membuat semua pengguna jalan yang melewati Jembatan Air Hitam kedepannya ini. Akan lebih nyaman dan aman bagi semua pengguna jalan yakni pengguna jalan yang bersepeda, warga pejalan kaki, masyarakat pengguna kendaraan roda dua dan roda tiga maupun pengguna kendaraan roda empat saat melintasi Jembatan Air Hitam tersebut.
“Kami dari pihak Pemerintah Desa Kebon IX. Tentunya sangat senang sekali, dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Muaro Jambi. Dalam hal ini, upaya perhatian dari Bapak Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno dan Bapak Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, atas kepedulian pemerintah daerah untuk membantu membangun perbaikan kondisi Jembatan Air Hitam di wilayah Dusun Air Hitam, Desa Kebon IX bagi kebutuhan masyarakat desa selama ini. Sehingga diharapkan penyelesaian pekerjaan membangun jembatan Girder di Jembatan Air Hitam pada tahun 2026 ini, segera dapat dimanfaatkan oleh orang banyak. Juga untuk kepentingan masyarakat umum lainnya. Baik masyarakat yang berasal dari Kota Jambi maupun warga beserta seluruh masyarakat di Desa Kebon IX dan masyarakat di wilayah Kecamatan Sungai Gelam dan sekitarnya,” ungkapnya ketika dikonfirmasi media sepekan yang lalu, Selasa (29/09/2026) di ruang kerjanya.


Lebih lanjut diceritakan Datuk Suwanto, dirinya sudah mengetahui adanya pembangunan pekerjaan jembatan Girder oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi Tahun Anggaran 2026 di Jembatan Air Hitam tersebut.
Datuk Suwanto menekankan kepada kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan Jembatan Girder harus sesuai spesifikasi pekerjaannya agar pekerjaan jembatan Girder di Jembatan Air Hitam di Jalan Dharnapala, RT 5 di Dusun Air Hitam, Desa Kebon IX dapat berdiri kokoh, kuat dan tahan lama secara kualitas. Sehingga pengguna jalan yang akan melewati Jembatan Air Hitam yang sebagian besar umumnya berasal dari Dusun Air Hitam, Desa Kebon IX dan seluruh masyarakat umum lainnya yang datang dari daerah Kota Jambi, terutama warga dan masyarakat dari daerah Talang Sari yaitu warga dari RT 43, RT 44 dan RT 45, Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi dan sekitarnya.
Juga manfaat lainnya masyarakat pun merasakan nyaman dan aman saat berkendara maupun pengguna jalan kaki ketika melintasi satu-satunya jembatan besi ikonik yang masih ada sampai sekarang. Sekaligus menjadi andalan oleh seluruh masyarakat Dusun Air Hitam dan semua warga di Desa Kebon IX selama ini. Beserta kepentingan bagi seluruh masyarakat di wilayah Kecamatan Sungai Gelam dan sekitarnya.
Kendati pun demikian, kata Datuk Suwanto, Pemerintah Desa Kebon IX beserta seluruh masyarakat Desa Kebon IX mengapresiasi dan bersyukur kepada Bupati Bambang Bayu Suseno dan Wakil Bupati Junaidi H. Mahir yang telah berupaya tahun 2026 ini, membantu memberikan perhatian sungguh-sungguh kepada kemajuan infrastruktur Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam. Dengan memberikan solusi tahun ini bagi perbaikan Jembatan Air Hitam yang sangat dibutuhkan warga desa selama ini. Melalui upaya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah Daerah Kabupaten Muaro Jambi untuk membangun pekerjaan jembatan Girder di areal lokasi berdirinya Jembatan Air Hitam.


Sorotan lain, ungkap Datuk Suwanto, terkait pelaksanaan pekerjaan Jembatan Girder di Jembatan Air Hitam ini, soal ketahanannya. “Pihak kontraktor juga mesti mempertimbangkan lalu lintas angkutan Truk yang bermuatan melebihi tonase. Karena terkait dengan aspek dari ketahanan jembatan tersebut. Jangan sampai kendaraan Truk yang overload saat melewati jembatan ini. Justru malah membuat kondisi jembatan tidak mampu menahannya, dan malahan membuat masalah baru lagi. Sehingga hal ini juga, menjadi pertimbangan serius oleh pihak kontraktor tentang bagaimana ketahanannya dapat berjalan dengan baik sesuai harapan kita semua,” tegasnya.
Jembatan Air Hitam berlokasi di Jalan Dharmapala, RT 5, Dusun Air Hitam, Desa Kebon IX adalah jembatan penghubung utama transportasi darat. Lokasinya yang berada di dekat daerah Batas antara wilayah Talangsari masing-masing yakni RT 43, RT 44 dan RT 45, Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi dengan daerah Kabupaten Muaro Jambi yaitu tepatnya di RT 5, Dusun Air Hitam, Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam yang begitu sangat penting dan sangat vital bagi lalu lintas orang dan barang selama ini.
Sekaligus juga fungsi dari Jembatan Air Hitam di Dusun Air Hitam, Desa Kebon IX tersebut, merupakan urat nadi bagi perekonomian seluruh warga desa maupun kebutuhan masyarakat umum lainnya sebagai pengguna jalan ketika melewati jembatan tersebut. Baik masyarakat dari daerah Talang Sari, Kelurahan Bakung Jaya dan masyarakat umum dari Kota Jambi dan sekitarnya. Serta untuk segala aktivitas semua warga di Desa Kebon IX ini. Bahkan untuk kepentingan utama semua warga desa dari seluruh wilayah Kecamatan Sungai Gelam yang akan menuju ke Kota Jambi dapat berjalan dengan lancar.
Begitu pun sebaliknya dari Kota Jambi menuju ke wilayah desa-desa dalam lingkup Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Yang mana masyarakat kerap kali menggunakan Jembatan Air Hitam tersebut sebagai alternatif transportasi jalan darat yang sangat dibutuhkan oleh seluruh masyarakat di Kota Jambi dan sekitarnya. Juga bagi segala aktivitas semua warga Kecamatan Sungai Gelam setiap harinya.


Justru yang sungguh memprihatinkan selama ini, saat ditelusuri media di lokasi yang sedang dibangun pekerjaan Girder sekarang ini. Melalui pekerjaan pembangunan Jembatan Air Hitam oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Muaro Jambi Tahun Anggaran 2026 di lokasi Jalan Dharmapala, RT 5, Dusun Air Hitam, Desa Kebon IX tersebut.
Yang mana, lokasi jembatan ini menghubungkan antara dua wilayah kota/kabupaten dalam Provinsi Jambi yaitu antara Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi. Diketahui di sepanjang jalan Dharmapala ketika melewati Jembatan Air Hitam di Dusun Air Hitam, Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam menuju kearah Kota Jambi tepatnya ke daerah Talang Sari, Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah.
Ternyata banyak berdiri bangunan-bangunan pendidikan, seperti pondok pesantren, SMPN, SDN, TKN dan masih banyak lagi yang lainnya seperti posyandu dan segala aktivitas warga desa yang bekerja sebagai buruh harian di bangsal pembuatan batu bata dari tanah merah yang banyak ditemui di sepanjang Jalan Dharmapala ke arah Kota Jambi. Sehingga sangat begitu vital sebagai pelintasan orang dan barang terutama aktivitas para orangtua murid, pelajar serta para guru yang selalu menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat kerap kali melintas Jembatan Air Hitam sehari-harinya. Saat waktu berlangsungnya pelaksanaan pembelajaran di jam-jam aktivitas siswa di sekolah.
Untuk diketahui, selama pekerjaan Girder masih berlangsung di Jembatan Air Hitam sampai saat ini, pihak pemerintah daerah dan pemerintah desa setempat membuka jalur motor khusus untuk pengguna. Melewati sebuah jembatan kayu yang sudah lama dibangun oleh masyarakat setempat disana. Untuk segala aktivitas warga khususnya hanya diperbolehkan bagi pengguna kendaraan roda dua, pejalan kaki, dan pengguna sepeda setiap harinya dengan lancar tanpa kendala.

Adapun bangunan sekolah dan satuan pendidikan yang selalu dilintasi warga desa dan masyarakat setempat setiap hari. Baik itu, lokasi sekolah yang berada di wilayah Talang Sari khususnya wilayah RT 43, RT 44 dan RT 45, Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi. Maupun di sepanjang Jalan Dharmapala, RT 5, Dusun Air Hitam, Desa Kebon IX, Kabupaten Muaro Jambi, antara lain SMP Negeri 20 Kota Jambi, SD Negeri 111/IV Kota Jambi, Pondok Pesantren Al-Ma’arif Talang Sari, Kelurahan Bakung Jaya, Kota Jambi. Sedangkan bangunan sekolah berada di Jalan Dharmapala, Dusun Air Hitam, Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam, yaitu SD Negeri 81/IX Air Hitam, dan TK Negeri 41 Kebon IX.
Malahan terungkap dari penelusuran media online ini, ternyata jalan Dharmapala sampai ke ujung jalan menuju ke lokasi kuburan TPU (Tempat Pemakaman Umum) Talang Sari, Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah. Justru merupakan lalu lintas para mahasiswa/mahasiswi saat ke Kampus Institut Islam Ma’arif Jambi, Jalan KH Abdurrahman Wahid, Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi selama ini. Yang kerap kali menggunakan jalan alternatif tersebut di sepanjang Jalan Dharmapala. Mahasiswa asal Sungai Gelam pun mesti melewati jembatan besi Jembatan Air Hitam di wilayah RT 5, Dusun Air Hitam, Desa Kebon IX setiap harinya saat mereka pulang dan pergi ke kampus. (Afrizal)





