Audiensi Bersama Walikota Jambi, AWaSI Ungkap Sejumlah Persoalan

JAMBI (KABARNEGERI.NET) – Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Jambi melakukan audiensi dengan Walikota Jambi, Maulana guna menjalin silaturahmi pada Selasa (18/03/2025). AWaSI Jambi mengucapkan selamat menjalankan tugas kepada Walikota Jambi karena terpilih dan dilantik sebagai Walikota Jambi beberapa waktu yang lalu. Dalam pertemuan tersebut, hadir juga Kepala Dinas Kominfo Kota Jambi, Abu Bakar yang mendampingi Walikota Jambi.
AWaSI Jambi menyampaikan sejumlah persoalan terkait keterbukaan informasi serta layanan informasi yang ada di Pemerintah Kota Jambi, serta persoalan lainnya yang ada di Kota Jambi seperti persoalan wisata Danau Sipin, kelangkaan gas LPG 3, dan wisata kuliner Tugu Keris Kota Jambi.
Ketua Umum AWaSi Jambi, Erfan Indriyawan, SP mengungkapkan bahwa masyarakat Kota Jambi, pada khususnya, kurang mendapatkan layanan informasi dari Pemerintahan Kota Jambi.

Layanan Informasi OPD
Banyak produk pembangunan atau sejumlah proyek dan kegiatan serta layanan publik lainnya dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak sampai kepada masyarakat. Masyarakat berhak untuk tahu karena anggaran publik yang dikelola pejabat publik tentu harus ada publikasi ke masyarakat.
Di setiap dinas terdapat program kerja yang dalam setiap tahunnya menghasilkan produk pembangunan yang berguna bagi masyarakat Kota Jambi, tetapi produk pembangunan tersebut akan menjadi tidak berarti jika tidak diketahui oleh masyarakat.
Dinas ada baiknya mempublikasikan sejumlah kegiatan penting kepada masyarakat Kota Jambi melalui sarana media sosial maupun media resmi seperti media online, cetak, TV maupun radio agar informasi tersebut dapat diakses oleh masyarakat.

Ada 30 lebih OPD di Pemerintahan Kota Jambi dan setiap OPD memiliki empat bidang. Jika setiap bidang menyampaikan publikasi kegiatan kepada masyarakat Kota Jambi, maka ruang informasi sangat terbuka di Kota Jambi.
Layanan Informasi Pendidikan
Begitu juga halnya dengan layanan informasi pendidikan, bahwa semua sekolah yang ada di Kota Jambi menutupi informasi yang menjadi hak siswa dan orang tua didik, serta masyarakat Kota Jambi.
Banyak informasi sekolah yang layak diberikan kepada siswa, orang tua dan masyarakat, seperti prestasi siswa yang dapat menimbulkan daya saing siswa secara positif, prestasi guru, prestasi kepala sekolah, prestasi sekolah, disertasi, jurnal dan karya tulis guru dan siswa, baik berupa puisi maupun cerpen. Serta kegiatan-kegiatan sekolah juga dapat menjadi bacaan yang menarik masyarakat Kota Jambi.

Sejumlah persoalan yang ada di sekolah juga layak diinformasikan, seperti kekurangan bangku, renovasi sekolah, maupun penambahan ruang kelas baru atau gedung baru.
Dunia pendidikan memiliki rating pembaca tertinggi nomor dua setelah kriminal, dan kesehatan adalah pembaca tertinggi nomor tiga.
Layanan Informasi Kesehatan
Begitu juga informasi kesehatan yang ada di Rumah Sakit Abdul Manaf dan Puskesmas yang ada di Kota Jambi. Banyak informasi kesehatan yang terlewatkan oleh masyarakat Kota Jambi. Masyarakat Kota Jambi berhak untuk tahu kualitas kesehatan yang ada di Kota Jambi.

Puskesmas memiliki sejumlah kegiatan yang perlu diketahui oleh masyarakat, seperti penanggulangan kaki gajah atau sosialisasi tentang demam berdarah di musim hujan, bahkan persoalan HIV/AIDS juga layak untuk diinformasikan kepada masyarakat.
Sejumlah prestasi telah diperoleh Rumah Sakit Abdul Manaf serta kualitas rumah sakit yang terus berkembang tidak pernah diberitahukan kepada masyarakat. Sejumlah sertifikat hanya untuk jadi pajangan di Rumah Sakit Abdul Manaf Jambi tanpa diberitahukan ke masyarakat.
Memberikan layanan informasi kesehatan bagi masyarakat Kota Jambi akan dapat berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dalam upaya mensejahterakan masyarakat Kota Jambi.
Layanan Informasi CSR

Kita sering mendapatkan berita akan sejumlah perselisihan perusahaan dengan masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan. Kebisingan hiruk pikuk di perusahaan terkadang mengganggu ketenangan masyarakat dan ramai aktifitas tersebut dapat menimbulkan persoalan di tengah masyarakat, selain persoalan limbah yang acap kali direspon masyarakat.
Hubungan yang harmonis perlu dijalin oleh perusahaan dengan masyarakat yang ada di sekitar perusahaan pada khususnya, maupun dengan masyarakat Jambi pada umumnya.
Informasi tentang bantuan CRS (Corporate Social Responsibility) oleh sejumlah perusahaan di Kota Jambi tidak jelas peruntukkannya bagi masyarakat Kota Jambi. Humas perusahaan di Kota Jambi tidak memberikan layanan informasi bagi masyarakat Kota Jambi tentang peran dan fungsi perusahaan di tengah-tengah masyarakat Kota Jambi, serta asas manfaat dari perusahaan tersebut untuk masyarakat Kota Jambi.
Semua hal tersebut disampaikan Erfan Indriyawan kepada Walikota Maulana sebagai bahan pertimbangan pembangunan akan pentingnya arti layanan informasi bagi masyarakat Kota Jambi.

“Dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Jambi, maka layanan informasi merupakan suatu hal yang sangat penting untuk masyarakat agar apa yang diinginkan, direncanakan dan diharapkan oleh Pemerintah Kota Jambi sampai ke masyarakat Kota Jambi,” ungkap Erfan.
Dalam pertemuan tersebut, Walikota Maulana memberikan tanggapan akan arti penting layanan informasi bagi masyarakat Kota Jambi.
“Saya sangat berterima kasih atas setiap masukan yang diberikan oleh teman-teman dari AWaSI Jambi, kita akan mencoba untuk menata kembali layanan informasi bagi masyarakat di Kota Jambi,” ungkap Maulana.
Wisata Danau Sipin

Di kesempatan tersebut juga disampaikan akan pentingnya arti dari wisata Danau Sipin bagi masyarakat Kota Jambi. AWaSI Jambi meminta kepada Bapak Walikota Jambi untuk menata kembali persoalan dalam upaya pengembangan wisata Danau Sipin.
Jhon Herman selaku penasehat AWaSI Jambi menyampaikan akan banyaknya persoalan yang masih dihadapi guna kemajuan wisata Danau Sipin. Salah satu diantaranya adalah pendangkalan Danau Sipin, sampah yang berserakan di Danau Sipin, tangkul ikan masyarakat yang belum tertata, kiambang yang terus tumbuh dan berkembang, pintu air di sekitar Danau Sipin yang rusak dan tidak dapat berfungsi dengan baik, parkiran di sekitar Danau Sipin yang masih rawan kemacetan dan persoalan lainnya.
“Kami berharap Bapak Walikota Maulana dapat melanjutkan pembangunan wisata Danau Sipin agar selalu menjadi kebanggaan masyarakat Kota Jambi yang berfungsi sebagai pusat rekreasi keluarga dan pengembangan ekonomi kemasyarakatan melalui UMKM di sekitar Danau Sipin,” ungkap Jhon Herman.
Hal tersebut langsung ditanggapi oleh Walikota Maulana, bahwa masih banyak perencanaan pemerintah Kota Jambi guna pembangunan wisata Danau Sipin yang masih akan dilaksanakan.

“Masih banyak yang mau kita bangun guna pengembangan wisata Danau Sipin dan saya sangat berterima kasih kepada AWaSI Jambi yang telah memberikan sejumlah masukan guna pengembangan wisata Danau Sipin dan akan segera kami realisasikan,” ujar Maulana.
LPG 3 Kg Mahal di Kota Jambi
Terkait kelangkaan dan mahalnya harga tabung gas LPG 3 kg di Kota Jambi, Erfan Indriyawan mengungkapkan penyebabnya, bahwa di Kota Jambi masih banyak pangkalan gas LPG 3 kg nakal yang didukung oleh agen LPG.
Erfan mengaku telah melakukan survey di sejumlah kota-kota besar yang ada di Sumatera, diantaranya di Kota Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Kota Padang dan Palembang, di seluruh warung pengecer di pinggir jalan, harga tabung gas LPG 3 kg tidak lebih dari 20 ribu rupiah.

Beda halnya dengan apa yang ada di Kota Jambi. Seluruh warung pengecer gas LPG 3 kg di Kota Jambi dijual dengan harga 35 ribu per tabung. Jelas hal tersebut sangat merugikan masyarakat Kota Jambi. Karena tidak ada pilihan lain, masyarakat Kota Jambi jadi korban mafia gas.
AWaSI Jambi mengungkapkan bahwa penyebabnya adalah hampir di seluruh pangkalan gas yang ada di Kota Jambi tidak memiliki tabung gas sendiri, tetapi dipinjamkan oleh agen. Sehingga pangkalan tidak dapat berbuat ketika agen hanya menyalurkan separuh atau kurang dari separuh tabung gas LPG 3 kg di pangkalan. Pangkalan dipaksa untuk mendistribusikan tabung berapapun yang diberikan agen kepada masyarakat, dan ketika masyarakat terlambat, pihak pangkalan mengatakan stok habis.
Terkadang pangkalan dipaksa untuk berbohong jika minggu ini agen dengan sengaja tidak memberikan jatah gas LPG 3 kg kepada pangkalan, dengan dalih gas tidak masuk kepada masyarakat dan memaksa masyarakat membeli gas LPG di warung pengecer.
AWaSI Jambi berharap Bapak Walikota Jambi dapat mengembalikan harga normal LPG 3 kg di pengecer dengan melakukan evaluasi kembali kepemilikan pangkalan gas LPG 3 kg di Kota Jambi yang telah diberikan izin oleh Disperindag Kota Jambi.

“Seluruh pangkalan gas LPG 3 kg di Kota Jambi diduga telah melakukan tindakan pidana melawan hukum dengan memalsukan tanda tangan warga dan melakukan pungli dengan menjual gas LPG 3 kg di atas harga yang seharusnya,” ujar Erfan.
Walikota Maulana mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan segera menandatangani perjanjian penambahan gas alam bagi masyarakat Kota Jambi.
“Dalam waktu dekat masyarakat Kota Jambi dapat penambahan kuota gas alam sambungan ke rumah-rumah sehingga dapat mengurangi ketergantungan dengan gas LPG 3 kg, karena harga gas alam sambungan ke rumah-rumah warga jauh lebih murah dari LPG 3 kg,” ungkap Maulana.
Wisata Kuliner Tugu Keris Jambi

Dalam penutupannya, Wakil Ketua AWaSI Jambi, Kang Maman mengungkapkan tentang persoalan yang dihadapi oleh pedagang UMKM dan pengunjung Tugu Keris kepada Bapak Walikota Jambi. Salah satunya adalah perlunya WC portable di sekitar Tugu Keris atau perlu pembangunan WC umum di sekitar Tugu Keris guna pengembangan wisata kuliner Tugu Keris.
“Wisata kuliner Tugu Keris dimulai dari Taman Remaja hingga Dinas PU Kota Jambi, tetapi di sepanjang jalan tidak ditemukan WC umum bagi pedagang UMKM dan masyarakat pengunjung,” ungkap Kang Maman.
“Pemerintah Kota Jambi dalam waktu dekat juga berencana untuk menyiapkan WC portable dan membangun WC umum bagi pedagang dan masyarakat,” ungkap Maulana. (red)
