30 Sekolah di Sarolangun Dapat Revitalisasi dari Pemerintah Pusat, Disdik Tekankan Kualitas dan Akuntabilitas
SAROLANGUN (KABARNEGERI.NET) – Kabar baik bagi dunia pendidikan Kabupaten Sarolangun. Sebanyak 30 satuan pendidikan, terdiri dari 19 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP), tahun ini mendapatkan program revitalisasi sekolah melalui bantuan pemerintah pusat. Program tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Hal itu disampaikan Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun, Mualimin, S.Pd., M.Pd.I., saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan program revitalisasi sekolah di daerah tersebut. Menurut Mualimin, bantuan revitalisasi tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan fasilitas pendidikan, termasuk di Kabupaten Sarolangun.
“Dapat kami sampaikan bahwa pemerintah, dalam hal ini Presiden kita Prabowo Subianto, memiliki program prioritas dalam revitalisasi sekolah. Alhamdulillah, Kabupaten Sarolangun mendapat berkah karena tahun ini cukup banyak mendapatkan bantuan revitalisasi,” ujar Mualimin di kantornya, Senin (28/9/2026).

Ia menjelaskan, dari total 30 sekolah penerima bantuan, 19 unit merupakan SDN dan 11 unit SMP. Saat ini, pelaksanaan pekerjaan di sejumlah sekolah sudah berjalan dengan tingkat progres yang berbeda-beda.
Adapun pekerjaan revitalisasi meliputi pembangunan toilet, rehabilitasi ruang kelas hingga penataan lingkungan sekolah seperti pembangunan atau perbaikan pagar dan fasilitas pendukung lainnya.
“Revitalisasi ini terdiri dari pembangunan toilet, rehab ruang kelas dan sebagian juga ada penataan lingkungan seperti pagar sekolah dan lain-lain,” jelas Mualimin.
Mualimin menegaskan, pelaksanaan program tersebut dilakukan melalui sistem swakelola, sehingga turut melibatkan unsur masyarakat dan komite sekolah. Karena menggunakan anggaran negara, pihaknya meminta seluruh sekolah penerima program agar melaksanakan pekerjaan secara transparan, sesuai ketentuan dan mengutamakan kualitas.

“Kami berharap pihak sekolah yang mendapatkan program ini dapat melaksanakan dan bekerja sebaik mungkin. Karena ini sistem swakelola, artinya juga melibatkan unsur masyarakat dan komite di dalam pembangunan tersebut,” katanya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sarolangun, lanjutnya, juga melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Bahkan, pihaknya telah meminta pendampingan dari Kejaksaan Negeri Sarolangun sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan dan tidak terjadi penyalahgunaan anggaran.
“Kami dari Dinas Pendidikan juga memantau pelaksanaan kegiatan tersebut. Kemarin kami memohon pendampingan dari Kejaksaan Negeri Sarolangun karena ini juga turunan dari Kejaksaan Agung melalui Jam Intel. Kita memastikan kegiatan ini dilaksanakan sebaik mungkin dan jangan sampai ada anggapan bahwa kegiatan pemerintah disalahgunakan,” tegasnya.
Mualimin menargetkan seluruh pekerjaan revitalisasi sekolah tersebut dapat diselesaikan pada Desember 2026. Berdasarkan laporan yang diterima Dinas Pendidikan, progres pekerjaan saat ini cukup beragam. Ada sekolah yang telah mencapai sekitar 90 persen, sementara sebagian lainnya masih berada pada kisaran 40 hingga 50 persen.

“Target kita bulan Desember ini seluruh sekolah sudah selesai. Sekarang laporan yang kami terima ada sekolah yang sudah 90 persen pekerjaannya, namun sebagian masih berproses di angka 40 sampai 50 persen. Secara keseluruhan rata-rata hampir di angka 50 persen,” ungkapnya.
Ia kembali mengingatkan seluruh kepala sekolah penerima program agar tidak hanya mengejar kecepatan penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memastikan kualitas bangunan sesuai dengan ketentuan. Menurutnya, anggaran yang digunakan merupakan uang negara sehingga setiap rupiah harus dapat dipertanggungjawabkan.
“Ini anggaran negara, uang negara membutuhkan pertanggungjawaban. Bekerjalah sebaik mungkin, jangan ada yang bermain-main dalam hal itu. Ikuti spesifikasi, RAB dan konsultan perencana, karena kualitas yang kita utamakan. Manfaatnya nanti juga akan dirasakan oleh anak-anak kita,” pungkas Mualimin. (*)






